Sunday, September 30, 2012

Sensasi berkendara dengan Toyota Fortuner VNTurbo




Sejak pertama kali dilansir pada awal Agustus lalu, kubu PT Toyota Astra Motor (TAM) langsung menegaskan bahwa Fortuner VNT memiliki tenaga yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Okezone pun berkesempatan merasakan perubahan tenaga yang disajikan dari dalam bonnet SUV bongsor ini.

Media test drive kali ini digelar selama dua hari (10-11 September 2012), dengan mengambil rute Jakarta-Bandung. Ibukota Jawa Barat ini dipilih karena geografisnya memang mendukung dengan median jalan menanjak. Apalagi arena pengujian banyak dihabiskan di wilayah Lembang.

Sebelum masuk ke dalam pembahasan ada sedikit prolog mengenai Fortuner VNT. Mesin Fortuner VNT menggunakan jenis 2 KD-FTV IL 4Cyl 16 Valve DOHC D-4D VN Turbo Intercooler.

Pada mesin baru ini menghasilkan daya maksimum 144 PS pada 3.400 RPM dan torsi 35 kgm pada 1.600-2.800 RPM dari 26.5 kgm pada putaran mesin 1.600-2.400 RPM. Tenaga tersebut naik sebanyak 41 persen, dimana varian sebelumnya hanya menyentuh angka 102 PS, dengan torsi maksimal 260 Nm.

Toyota Fortuner Diesel VNTurbo dengan Intercooler. Variable Nozzle van Turbo atau VNT, mampu memberikan tekanan udara yang lebih besar. Meski masih berada di putaran mesin bawah. Imbasnya, tenaga bisa menjadi lebih besar meskipun torsi mobil masih belum mencapai titik tertinggi.

Tidak cukup rasanya bila hanya mendapatkan catatan angka. Tanpa basa-basi, Okezone bersama tiga rekan media lainnya mendapatkan Fortuner VNT versi TRD Sportivo dengan transmisi manual lima percepatan, langsung menggeber mobil dengan banderol mulai Rp387 juta sampai Rp421,9 juta ini.

Memulai start di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, langsung dihadiahi dengan kemacetan. Namun penat karena macet bisa dilawan dengan sistem audio 2DIN layar sentuh 6,1 inci, yang sudah mengadopsi fitur Audio Video System, enam speaker. Blower AC tersedia di baris kedua dan ketiga, cukup menandingi teriknya matahari.

Masuk ke dalam jalan bebas hambatan saatnya untuk menginjak dalam-dalam pedal gas. Hasilnya, angka yang tersebut di atas ternyata terbukti benar. Mobil langsung menunjukan ‘kegalakannya’ sejak putaran bawah. “Turbonya langsung terasa di RPM rendah. Mantap!.

Akan tetapi tingkat kebisingan kabin masih belum terlalu senyap. Suara deru mesin diesel dan putaran roda di aspal, masih sedikit masuk ke dalam ruangan. Tapi itu bukanlah masalah besar. Penguji masih bersemangat untuk memacu Fortuner VNT ini.

Tiba di ruas tol Purbaleunyi. Dan inilah saatnya untuk semakin mengetahui seberapa tangguhnya mesin diesel VNT 2.500 cc ini. Tenaga sudah terasa besar di putaran 1.500 sampai 2.000 RPM. Imbasnya, mobil tidak ada gejala ngoyo meski digeber di jalan yang landai menanjak. Tak terasa kecepatan yang tertera di speedometer menyentuh angka 140 km/jam, cukup kencang rasanya di ruas tol menuju Bandung ini.

VNT bertugas mengisi tenaga di putaran bawah, lalu akan diteruskan intercooler guna menjaga tenaga di putaran atas. Intercooler juga mendinginkan udara untuk mendapatkan kerapatan molekul udara. Rasanya seperti tidak ada jeda pada setiap putaran mesin.

Pengujian efisiensi bahan bakar dilakukan secara manual. Rata-rata konsumsi BBM yang didapat untuk varian transmisi manual ini mencapai 11,6 km setiap liter. Angka itu didapat dengan semua kondisi jalan, seperti dalam kota dan jalan bebas hambatan luar kota.

Kenyamanan pada suspensi masih terasa sopan di dalam kabin. Suspensi memang sedikit keras karena bobot dan dimensi mobil yang besar. Penguji wajib hati-hati saat bermanuver guna menjaga gejala limbung. Suspensi depan menggunakan Double Wishbone with Coil Spring & stabilizer. Sedangkan bagian belakang 4 Link w/ Lateral Rod and Coil Spring.

Dengan perubahan kenaikan harga hanya Rp10 juta dibandingkan Fortuner sebelumnya, rasanya banderol tersebut terbayar lunas dengan apa yang disajikan Fortuner VNT. Toyota Grand Fortuner VNT ini nyaman dibawa di dalam kota, tapi tetap bertenaga diajak ke luar kota.

(sumber: Okezone.com)