Friday, January 18, 2013

Top 4 Best New Cars Under $30,000

Having a vehicle especially has become a necessity for every person, especially in America. Having a car is not necessary to buy it at a great price, because somehow the high, a car only serves as our traveling alone, be it with friends, family, or lovers. Here are some car prices that could be an option to have it at a price under $ 30,000

The All-Weather Performer - 2012 Subaru Impreza WRX




The 2012 Subaru Impreza WRX makes the most of its rally-bred heritage in order to offer performance-seeking compact shoppers considerable thrills for the money.  The Subaru Impreza WRX is built around a 2.5-liter, four-cylinder motor that makes use of a turbocharger to generate 265 horsepower.  This output is sent to all four wheels via a standard all-wheel drive system, and a five-speed manual transmission represents the only gearbox available with the automobile.  Excellent grip and handling are complemented by the practicality of being able to choose between both sedan and hatchback body styles when ordering the Impreza WRX.

 The Off-Roader - 2012 Toyota FJ Cruiser


The 2012 Toyota FJ Cruiser might look a bit like an oversized Tonka truck, but its styling is actually an homage to the early FJ45 Land Cruisers that ruled the Serengeti with their off-road capabilities.  The modern Toyota FJ Cruiser also boasts a considerable amount of all-terrain prowess, with optional low-range four-wheel drive, Bilstein shocks, a locking rear differential, and knobby tires giving it the surefootedness required to navigate even the toughest of trails.  A 4.0-liter, 260 horsepower V-6 contributes to the cause, and transmissions include either a five-speed automatic or a six-speed manual.

 The Reliable SUV - 2012 Honda CR-V



Redesigned for the current model year, the 2012 Honda CR-V picks up where it left off in providing families with reliable and well-rounded transportation for up to five passengers.  The Honda CR-V also boasts a roomy interior as well as space to haul as much as 70.9 cubic feet of gear with the rear seats folded forward.  Under the hood, the CR-V's 185 horsepower, 2.4-liter four-cylinder engine might not be the most robust amongst small SUVs, but it stands as a leader when it comes to fuel efficiency: the Honda turns in 23-mpg city and 31-mpg highway.  All editions of the SUV are matched with a five-speed automatic transmission, and all-wheel drive can be added as an option.


 The Compact Fuel Miser - 2012 Volkswagen Jetta TDI

The 2012 Volkswagen Jetta TDI is one of the most fuel efficient small cars on sale in the United States.  The secret is the Volkswagen Jetta TDI's 2.0-liter, four-cylinder diesel engine which develops 140 horsepower and 236 lb-ft of torque.  Buyers can choose between either a six-speed manual or a six-speed dual-clutch automated manual transmission, with either allowing the sedan to post fuel mileage ratings of 30-mpg in stop and go driving and 42-mpg on the highway.  Throw in the fact that the Jetta features a more spacious platform and upgraded styling compared to years past, and it's clear that there are few fuel misers out there that can match the features it has to offer at its price point.


For more news you can visit at: www. Autobytel.com




Wednesday, January 2, 2013

Kriteria Kesahihan Hadist Menurut Imam Bukhari



Hadist merupakan salah satu perkataan atau perbuatan dari nabi Muhammad SAW. Untuk mendapatkan tingkat kebenaran hadist, tentunya harus dilihat dahulu bagaimana kebenaran hadist tersebut saat diriwayatkan, karena bisa jadi orang yang meriwayatkan hadist tersebut mempunyai beberapa kekurangan dalam dirinya, atau bisa dikatakan cacat dalam berbagai aspeknya, baik itu kelakuan orang tersebut, maupun perbuatannya sehari-hari yang tidak baik dapat menghambat hadist-hadist yang ia riwayatkan menjadi tidak shahih.
Menurut kesepakatan para Jumhurul ulama, tingkat kesahihan sebuah hadist dapat dikatagorikan sebagai berikut:  
Sanad bersambung, periwayat bersifat adil, periwayat bersifat Dhabit, dalam hadist tersebut tidak terdapat kejanggalan (Syuzuz) dan tidak terdapat cacat (‘illat)[1].
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ulama, sebuah hadist dianggap sahih oleh Imam Bukhari bila dalam persambungan sanad benar-benar ditandai dengan pertemuan langsung  antara guru dan murid atau minimal ditandai dengan hidupnya antara guru dan murid dalam satu masa[2]. Dari hasil penelitian hadist yang dilakukan oleh 2 orang ulama yang hidup pada abad 6 hijriah, yang bernama Hazami dan Maqsidi, tentang kriteria keshahihan hadist menurut Imam Bukhari telah disimpulkan bahwasanya ia hanya menuliskan hadist dari periwayatan kelompok tingkat pertama daan sedikit dari tingkat kedua, yaitu yang memiliki sifat adil, kuat hafalan, teliti, jujur, serta lama dalam berguru. Kesimpulan tersebut diperoleh dari penelitian terhadap murid-murid al-zuhri, bahwa murid al-zuhri dapat dibagi menjadi 5 tingkatan.

Tingkatan pertama ialah: mereka yang memiliki sifat adil, kuat hafalan, teliti, jujur, dan lam aberguru pada al-Zuhri
Tingkatan kedua ialah: mereka yang mempunyai sifat yang sam adengan yang pertama tetapi tidak lama berguru pada al-Zuhri.
Tingkatan ketiga ialah: mereka yang berada di bawah tingkatan kedua.
Tingkatan keempat dan ke Lima ialah: mereka yang majruh dan lemah[3].             
Dari uraian diatas sekiranya dapat difahami bahwasanya kriteria hadist shahih menurut Imam Bukhari adalah:  
Dalam hal persambungan sanad, ia menekankan adanya infrmasi positif tentang periwayat bahwa mereka benar-benar bertemu atau minimal satu zaman dan hal sifat atau tingkatan dan periwayat, ia menekankan adanya kriteria yang paling tinggi.    



[1] Mahmud Al-Tahhan, Usul al-Tahrij wa Dirasat al-Asanid (ttp: al Maktabah al Arabiyah,1978), hal. 148. Dapat ditemukan juga dalam ‘ali ‘abdullah al-Madini, al-Ilal al Hadist wa Ma’rifah ar-Rijal (ttp: Dar al-Hallab), hal. 9. 
[2] Menurut berbagai pendapat para ulama, hal ini dijelaskan karena dalam kitab Imam Bukhari sendiri tidak menyebutkan secara konkrit tentang bagaimana cirri-ciri kriteria hadist yang sahih.  
[3] Ibnu Hajar al-Asqalani, Hady al-syari’, Jilid I (Kairo: 1973), hal. 6.

Kitab Shahih Bukhari Karya Imam Bukhari (Penjelasan Singkat)



 Setelah kita menjelaskan tentang biografi Imam bukhari pada pembahasan sebelumnya, maka jelas bahwasanya Imam bukhari merupakan salah satu ulama yang paling banyak meriwayatkan hadist-hadist yang mempunyai tingkat “shahih” paling banyak dibandingkan kitab-kitab lainnya. Imam Bukhari telah menghasilkan kitab yang diberi nama kitab “shahih-Bukhari”.
Pada awalnya, nama kitab tersebut ialah: Al-jami’ Al musnad As-shahih Al-mukhtasar min Umuru rasulullah SAW wa Sunanih wa Ayyamih. Nama tersebut dihasilkan karena sesungguhnya guru dari Imam Bukhari berwasiat bahwasanya: “hendaklah kamu menyusun sebuah kitab yang khusus berisi sunnah rasul yang shahih”[1].            
Menurut salah satu ulama, Muhammad ajjaj al-khatib, yang diberi nama judul kitab “al-jami’ ”diatas bahwasanya dalam kitab tersebut berisi kumpulan-kumpulan hadist-hadist tentang hukum, keutamaan amal, tata pergaulan, sejarah, maupun kabar-kabar yang akan datang. Sedangkan kata “ Al-musnad ” mempunyai arti bahwasanya Imam Bukhari hanya memasukkan hadist-hadis yang sanadnya bersambung hingga rasulullah SAW. Sedangkan kata “As-shahih” mempunyai pengertian bahwasanya dalam kitab tersebut tidak dimasukkan hadist-hadist yang dhaif[2].  




[1] Muhammad abu syuhbah, Fi rihab Al sunnah Al kuttub Al sihhah As-sittah (ttp: Majma Al-buhus Al-islamiyah, 1969), 57.
[2] Muhammad ‘Ajaj Al-khatib, Usul Al-hadis ‘Ululuhu wa Musthalahu (Damaskus: Dar-Fikr, 1975). Hlm. 313.