Wednesday, December 8, 2010

macam-Macam J0mblo

Jomblo itu mungkin kalo di katakan kayaknya lebih mirip dengan “orang yang mau sendiri tanpa kehadiran pasangan disisinya”. Akan tetapi kadangkalanya jomblo tu suka nyari-nyari perhatian ma orang-orang yang dianggap dia cantik atau anggun….

Nah perlu di katahui bahwa macam-macam “spesies ” jomblo yang kita ketahui itu buanyaaaa.. K banget,,!!! jangan di kira jomblo itu Cuma satu, padahal kalo do lihat lebih jauh…, macam-macamnya komplit bo!! Hehehe

Dari yang (CupiZ) “cupu abizZZ” nyampe yang g0kil ….. semua ada disini,, so,, umpama kamu-kamu nemuin ada temen yang kayak gini,, capa tau dia termasuk yang di dalamnya,, OK !!

_Jomblus Underdogus
Yang pertama adalah jomblus underdogus, yang bisa kita sebut sebagai JOMBLO tipe-A.
Jomblo ini cenderung mempunyai nasib buruk dalam segala hal yang berhubungan dengan perempuan. Ketika ada kesan bahwa nasibnya membaik jangan buru-buru bahagia sebab nasib baik tersebut akan berputar arah kembali menjadi buruk. Apa yang dimiliki jomblo ini sangat minim, baik kelebihan maupun kekurangan. Tidak ada yang terlalu menonjol dari jomblo
ini, yang menyebabkan jarang bagi lawan jenis untuk melirik/melihat.
Kunci jomblo ini dalam mencari pasangan adalah PeDe, karena hanya dengan percaya diri Yang kuat disitu terletak perjalanan cinta yang nikmat.

Karakteristik dari jomblo ini adalah:
* Penampilan pas pas-an
* Aura negatif
* Pribadi menarik
* Harga diri rendah

_Jomblus Playboynus
Berikutnya adalah jomblus playboynus, atau kita sebut JOMBLO tipe-B. Jomblo tipe ini banyak ditemukan di sekitar kita. Jomblo yang terlihat nasibnya jauh lebih baik dari kita dalam hal mencari pasangan. Berbeda dengan tipe sebelumnya, jomblo ini mempunyai banyak kelebihan terutama bagian external.
Seringkali kita bisa melihat jomblo tipe ini harus menyaring lawan jenis yang berdatangan ke arahnya. Kelebihan jomblo ini dimulai dari penampilan fisik, kemampuan berbicara, kelihaian dalam pendekatan wanita dan lain-lain. Jomblo ini memilih untuk tidak mencari satu pasangan melainkan beragam pasangan. Meskipun terlihat serba hoki dori jomblo ini tetap mempunyai kelemahan. Ketidakmampuan jomblo ini dalam membina hubungan 'one on one' mungkin disebabkan karena kurangnya pengalaman berhubungan serius.

_JOMBLOlOLOGY
Karakteristik jomblo ini adalah:
* Penampilan menarik
* Aura magnetik
* Jago speak-speak
* Takut terikat

_Jomblus Misterius
Kepribadian yang tersembunyi adalah sifat jomblus misterrius yang paling
menonjol. JOMBLO tipe-C ini sangat 'introvert'. Dari 100% yang ada di dalam pikirannya, hanya 10%-20% yang terekspresikan keluar. Jomblo ini kurang percaya diri hingga menyebabkan banyak sekali keinginan dan tekad yang tidak terlaksanakan. Sebenarnya potensi jomblo ini besar dan penampilan secara fisikpun tidak mengecewakan, namun jomblo ini tidak dapat menggunakan kelebihan-kelebihannya sebagai alat komunikasi yang handal terhadap lawan jenis.
Jomblo seperti ini cenderung menjadi pasangan yang setia karena perjuangan dan jerih payahnya untuk mendapatkan pasangan yang dia inginkan sangat berarti, sehingga beruntunglah untuk lawan jenis yang bisa melihat potensi jomblo yang satu ini.
Karakteristik jomblo ini adalah:
* Potensi tinggi
* Alat komunikasi lemah
* Pemburu jarak jauh
* Plin plan

_Jomblus Ditolakterus
Sulit sebenarnya untuk menjelaskan secara detail tipe jomblus ditolaktrus
ini. JOMBLO tipe-D ini adalah tipe jomblo yang paling unik - namun bukan dalam arti positif.
Perilaku dan motivesi jomblo ini sulit untuk diperhitungkan. Banyak sekali tindakan-tindakan yang tidak masuk akal yang dilakukan jomblo ini dalam mencari lawan jenis. Apa yang terlihat diluar kemungkinan itu juga yang akan terlihat dari dalam. Mungkin ini satu-satunya dimana kita
bisa 'judge the book by its cover'. Penampilannya yang kurang memadai menjadi suatu kelemahan yang mutlak dalam mencari pasangan. Namun jomblo ini tidak semuanya negatif, secara kepribadian dan sifat dasarnya
jomblo ini adalah manusia yang jujur, setia dan baik hati.
Karakteristik jomblo ini adalah:
* Penampilan tidak memadai
* Invisible bagi lawan jenis
* Perilaku tidak jelas
* Lain dari yang lain

Tuesday, December 7, 2010

sejarah Perkembangan Orientalisme

Orientalisme, mempunyai misi-misi tertentu dalam melancarkan rencana-rencana untuk memplajari Islam secara menyeluruh. Yang mana di mulai dari masuknya mereka dalam berbagai perguruan islam serta memplajari segi keilmuannya.
Pada awalnya zaman keemasan islam terjadi pada abad ke-7 sampai ke 13 masehi. Dan disinilah muncul tentang tanggapan negative mengenai Islam.w mongomary watt pula mengatakan bahwa “ada citra standar” yang telah terbangun oleh para para teologi Kristen dan masyarakat eropa.
Kesan-itu mempunyai arti bahwa agama islam merupakan agama yang menganut kekerasan. Agama yang menyebarkan pedang sebagai alat untuk kekerasan. Sehinga pada saat itu umat Kristen sangat membenci umat islam. Anggapan ini mulai muncul di mana ekspansi umat islam meluas di wilayah Byzantium dan juga karena terbatasnya informasi mengenai Islam.

Pada fase kedua : Era perang salib.

Upaya pendekatan para orientalisme pada dunia islam makin dekat, ini terbukti setelah adanya perang salib, para ilmuan yang berasal dari eropa semakin banyak memplajari islam. Dikarenakan banyaknya sumber keilmuan yang berbahasa arab, maka para ilmuan pun berusaha untuk mengkaji lebih dalam mengenai bahasa arab, dengan upaya penyelidikan filologi berbahasa arab, ini terjadi pada abad 15-16 Masehi. Para tokoh tersebut adalah : Guillaume Postel pada tahun 1540-1581, Thomas Van Erpe pada tahun 1584-1624, Francis Van Ravelingen pada tahun 1539-1597, Jacob Golius pada tahun 1596-1667, dan George Sale di tahun 1697-1736. setelah para ilmuan-ilmuan ini menuntut keilmuan didirikanlah berbagai unversitas yang berkembang di berbagai Negara-negara.
Pada tahun 1539 di sourbonne, prancis talah didirikan pusat bahasa arab oleh College De France, serta pada tahun 1613 telah didirikan pula uneversitas yang sama yang bertempat di Belanda. Serta dalam selang beberapa tahun Oxford & Cambridge ini mendirikan sebuah kajian ketimuran. Dan akhirnya pada abad ke-18 terlihatnya tanda-tanda untuk mempelajari Islam (ketimuran) dalam berbagai sudut pandang yang memadai.


Pada fase ketiga : pada era kolonialisme serta imperalisme Eropa keseluruh dunia non barat, khususnya Islam.

Pada masa ini merupakan masa yang bisa di sebut sebagai pelengkap dari kedua masa sebelumnya, mengapa ? karena pada masa ini dunia timur bukan lagi menjadi pusat kajian keilmuan, tapi telah menjadi objek kekuasaan dan kesewenang-wenangan oleh bangsa yang lebih kuat dari yang lainnya. Disebabkan karena mereka lebih menguasai daripada bangsa aslinya. Dan yang menyebabkan ini semua adalah ide Evanjelisme. Yang mana ide evanjelisme ini menganut system”keinjilan” atau Gospel Kristen, yang mana segala dosa bisa di tebus dan di terima. Evanjelisme ini telah menciptakan konfrontasi antara Kristen Eropa dengan muslim pada kala itu dsalam skala lebih besar dari yang sebelumnya karena pertumbuhan Misionaris sangat teroganisasi dengan baik serta atas perluasan Eropa dengan wilayah-wilayah Muslim.
Pada abad ke-19 yaitu ketika kolonialisme mencapai titik puncaknya, terdapat dua penilaian terhadap Islam:


Pertama : Menganggap Islam sebagai mushy atau rival Kristen,
kedua : Menganggap Islam sebagai bentuk dari pencapaian akal serta upaya untuk
mengetahui serta menjerumuskan Tuhan & alam.


Serta terdapat tokoh-tokoh orientalis pada masa ini. Diantaranya :


1.Thomas Valphy French (1828-1891)
2.Sir Willyam Munir (1819-1905)
3.Riainhart Dozy (1820-1883)
4.Michelle Amari (1806-1893)
5.Ignaz Gholzhier (1850-1921)
6.Christian Snouck Hurghronje (1857-1936)
7.Carl Heinrich Bekker (1876-1933)
8.Duncan Black Mc.Donald (1892-1925) 19 note


Akan tetapi dari segenap orientalis yang sangat tidak menyukai Islam, terdapat pula kalangan orientalis yang menyukai Islam, di antaranya :
1.louis Masignon.
2.W. Monthgomery Watt,
3.Wc Smith
4.Hendri Corbin
5.Titus Bucrkhard.


Setelah perang dunia ke-II maka muncullah berbagai kajian-kajian ketimuran, serta pertumbuhan-pertumbuhan yang mempercepat tumbuhnya orientalisme sebagai obkjek akademis untuk di pelajari, para-para tokoh penyebab proses ini adalah:
1. Ira M Lapidus, dengan bukunya :A History of Islamic Societis (1988)
2. Bernard Lewis, dengan bukunya: The Islamic World (1989) dan The Political Language of Islam (1988)
3. Gustav Von Grunabeum, dengan bukunya : Modern Islam, Medivel Islam, Classic Islam. Selain itu pula terdapat tokoh-tokoh lain, seperti:
Clonde Cahen (1909), Philip K Hitti (1886-1974), Giorgio Levi Della Vida (1886-1967) 20 note




Pada perkembangan selanjutnya, orientalisme, bukan lagi objek yang mempunyai keyakinan sendiri bagi seluruh peneliti-penelitinya, akan tetapi dia telah berubah menjadi objek kajian yang terus menerus dilakukan. Ini yang menyebabkan tersebarnya metode-metode tentang orientalis pada kala itu
Selain itu pula datanglah berbagai kritikan-kritikan dari para ahli barat sendiri, yang mana mereka akan kurang menyukai dengan istilah orientalisme, bahkan mereka labih senang di sebut dengan istilah: Islamology atau Egypologi. Ini terjadi dimana saat itu orientalisme bukan menjadi kebanggaan di kala itu.
Menyusul itu pula mulai tumbuhnya unversitas-universitas muslim yang mempelajari tentang objek dari orientalisme itu sendiri. Serta menanamkan unsur-unsur ketimuran
dalam membaca maupun mengkaji budaya barat. Inilah yang di sebut dengan istilah Ilmu Oksidentalisme.


FAKTOR-FAKTOR PENDORONG ORIENTALISME


 1.Masuknya Kristenisasi.

Dengan berbagai cara pula kristenisasi masuk di kalangan orang-orang tak mampu. Yaitu karena minimnya biaya hidup, serta kurangnya kesejahtraan yang memadai menjadi salah satu penyebab mereka berpaling dari agama mereka sebelumnya. Seperti yang telah terjadi di belahan daerah-daerah yang tertinggal, merekapun setiap harinya mendapat berbagai suplai, baik itu berupa kebutuhan pokok, maupun yang bersifat primer atau perlengkapan.
Kristenisasi pula pada hakekatnya telah ada pada zaman penjajah dahulu. Yang mana pada awal kedatangan mereka di bumi Indonesia mereka bermaksud untuk bekerjasama dengan pemerintah pada kala itu, akan tetapi melihat potensi bangsa Indonesia yang kaya akan hasil bumi pada waktu itu maka belanda pun menjajah negri ini dengan kurun waktu yang lama.
Perlu di ketahui, pada masa orientalisme, para pendeta-pendeta dengan semangat memplajari Islam dari berbagai sisi. Sehingga peran mereka dalam menyebarkan pemikiran orientalisme berkembang cukup sempurna. Diantara mereka:
1.Jebert de oraliac (938-1003)
Seorang pendeta dari kebangsaan prancis yang belajar di andalusia dan belajar hal pengetahuan bahasa arab. Sehingga dia mengetahi betul menganai bahasa arab, ilmu Falaq, dan yang lainnya. Kemudian dia di angkat menjadi Paus pertama di prancis pada tahun 999-1003.
2.Dicuil, seorang pendeta Irlandia yang namanya terkenal pada tahun 1125 di karenakan menyelidiki Pyramida dan keislaman Mesir.
3.Pierre Le Venerable (1094-1156)
Seorang pendeta prancis yang pergi ke Andalusia untuk meneliti kebudayaan Islam, kemudian ia kembali ke negaranya dan menyusun buku untuk bertujuan menentang orang Islam dan Yahudi
1.Menjerumuskan umat islam dengan berbagai aliran yang menyesatkan.
Berbagai cara serta upaya para orientalis menjerumuskan umat muslim tentunya bisa kita kajiulang mengenai hal-hal tersebut. Salah satu contohnya dengan menebarkan berbagai aliran-aliran atau pemikiran-pemikiran yang telah di pelajari. Diantaranya adalah :


2.Matrealisme


Ciri-ciri ini merupakan suatu karakter yang mudah di jumpai di berbagai kalangan. Yang mana sebagian orang yang berkarakter seperti ini cedrung menyukai hal-hal yang bersifat kebendaan. Dan itu semua harus di dapatkan dengan waktu yang singkat. Dengan artian bahwa sekelompok orang yang seperti ini mempunyai faham kebendaan dalam fikiran mereka. Serta seperti apa yang di firmankan oleh Allah dalam surah Al-Qiyamah ayat 20-21
Yang artinya :
Ingat, bahkan kamu suka yang segera dan tinggalkan akherat.


Serta dalam surah Al-insan ayat 27
Yang artinya :
 Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).


Dalam kandungan kedua isi surat tersebut di jelaskan bahwa pada zaman sekarang ini berbagai cara dapat di lakukan agar terpenuhinya kebutuhan hidup, serta ada pula
yang menyegerakan sesuatu yang di inginkannya, maksud disini adalah cepatnya seseorang ingin mencapai suatu tujuan hidupnya (freedoom) tanpa memikirkan dampak-dampak setelah itu.
Hal seperti ini telah dapat di jumpai di sekitar kita. Bahkan bukan menjadi suatu hal yang biasa jika kita melihat seseorang dengan cepat mendadak naik kebutuhan hidupnya maupun status sosial yang di sandangnya. Padahal saat sebelumnya ia terlihat biasa-biasa saja.


1.Dorongan perniagaan.


Perdagangan sendiri menpunyai peranan cukup besar dalam sektor-sektor tertentu.apalagi mengenai negara-negara maju yang melempar usaha-usahanya di negara-negara timur. Yang mana negara-negara barat sendiri harus betul-betul mengetahui di mana letak kekurangan negri yang akan mereka lempar prusahaannya.
Dengan demikian, peluang usaha di dalam negri itu menjadi kecil, di karenakan kalah akan persaingan dengan negara barat. Maka upaya-upaya industri barat yang sudah merambat dengan mudahnya akan mematikan sektor perekonomian, di kerenakan telah banyak menguasai pasar.
Akan tetapi, di karenakan sekarang banyaknya negri-negri timur yang mendeka, maka haruslah mempunyai satu konsekwensi tentang perdagangan, agar budaya barat yang semula akan masuk menjadi kecil peluangnya untuk menguasai pasar.


2.Dorongan politik.


Politik pula salah satu upaya orientalisme dalam memasukkan berbagai pemikiran-pemikiran mereka, dengan demikian berbagai ideologi-ideologi barat yang di keluarkan akan mudah masuk dalam pemikiran-pemikiran muslim. Dengan melihat berbagai situasi sekarang, politik yang di kembangkan oleh negara-negara orientalis berujung memojokkan negara-negara muslim, atau dengan kata lain selalu berada diatas.
Akan tetapi, di masa-masa terakhir ini banyak pula negara-negara muslim atau negara timur yang berusaha dengan politik mereka sendiri, dengan kata lain, mereka
sudah mampu untuk berusaha sendiri dengan berbagai pemikiran-pemikiran mereka, dengan harapan mereka juga bisa lebih mudah mencapai negara yang demokratis dan aman.


1.Dorongan Ilmu Pengetahuan.


Kaum orientalis berniat meneliti perihal ketimuran dengan bersusah payah, membuang tenaga kerja, umur yang sangat berharga karena terdorong rasa ingin tahunya tentang budaya ketimuran. Dr. Mushtafa As-siba’i mengatakan bahwa sedikit sekali orang yang bercita-cita demikian, yakni yang terdorong dengan ilmu pengetahuan.
Artinya: mereka meneliti dan memplajari perihal ketimuran hanya karena mereka ingin tahu tentang kemajuan bangsa timur. Akan tetapi terdapat pula golongan-golongan yang meneliti karena dorongan ilmiah, dan banyak pula yang memeluk Islam kemudian. Sebagai contoh : Et-Dinet 1861-1292. Yang mana pada mulanya ia belajar di Prancis, kemudian menuju Al-jazair, dan berpindah tempat di setiap tahunnya.
Kemudian ia menyatakan keislamannya dengan mengganti namanya menjadi Nashruddin 1927 dan menunaikan ibadah haji. Di samping itu pula beliau telah banyak menerbutkan buku-buku. Diantaranya: Kehidupan orang arab, Timur menurut pandangan barat,dll. Kemudian ia wafat di prancis pada tahun 1929. Dan di kebumikan di Al-jazair.
Dengan demikian, maka banyaklah para orientalis yang memplajari daerah ketimuran, serta banyak menemukan hikmah di dalamnya, dan mereka pun menemukan kebenaran yang sesungguhnnya. Yaitu Islam.

Wednesday, November 24, 2010

Tampil Cantik Dengan Riasan di Balik Kaca Mata


Sebagai wanita, mungkin kamu ingin tampil “lebih” dari yang lainnya, banyak usaha di lakukan untuk bisa membuat penampilan lebih menarik, salah satunya dengan riasan wajah. Akan tetapi bagaimana dengan para wanita yang berkacamata ingin terlihat “Lebih” di mata teman-temannya. Banyak usaha di lakukan untuk menyamai kaca mata mereka. Akan tetapi tidak jarang para wanita-wanita ini mengganti-ganti kata matanya hanya unuk sebagai perias wajahnya agar tampil lebih di depan para teman-temannya. Nah.. sebanarnya bukan kaca matanya yang membuat penampilan kamu-kamu kurang nyaman, mungkin bisa kita kajisedikit mengenai “Riasan wajah” kamu di balik kaca mata kamu itu,... yuk di simak bersama:

1.
Gunakan warna perona mata yang mendekati warna gagang kacamata yang dikenakan. Jika bingkai kacamata berwarna hitam maka gunakan warna abu-abu, biru atau silver. Tetapi jika gagangnya berwarna emas, perona warna kuning, tembaga, beige atau coklat muda bisa menjadi pilihan.
2. Oleskan perona warna muda terlebih dulu lalu lanjutkan dengan yang warna gelap. Untuk menciptakan gradasi warna yang baik, oleskan perona bernuansa muda di bagian bawah alis, tulang alis dan di sepanjang pertumbuhan alis dengan bantuan ujung kuas. Untuk perona yang lebih gelap sebaiknya oleskan perona kedalam lipatan mata di bawah kelopak mata. Jangan lupa baurkan batas kedua warnanya dengan warna turunannya.

3.
Agar alis mata terlihat alami serta tidak beradu kuat dengan bingkai kacamata, sebaiknya cukup sapukan perona mata warna hitam tipis-tipis di sepanjang pertumbuhan alis. Lalu rapikan dengan pinsil alis.

4
. Langkah terakhir adalah menjepit bulu mata terlebih dahulu agar teratur dan lentik lalu oleskan maskara berformula tahan air (water proofi untuk menghindari maskara menggumpal atau mengotori lensa kaca mata.

5.
Kacamata plus (dengan lensa di bawah) dapat menciptakan refleksi atau tampilan obyek yang berada di dekat mata menjadi tambah besar. Jadi kurangi atau hindari penggunaan bingkai mata atau eye liner, jika tidak ingin mata terlihat membesar.

6.
Tidak perlu menggunakan bulu mata palsu karena hanya akan mengganggu kenyamanan Anda berkacamata. Sebagai gantinya cukup oleskan maskara berwarna bening untuk melentikkan bulu mata.

7. Agar pigmen warna perona mata melekat dengan baik, lapisi kelopak mata dengan alas bedak (foundation) atau dengan concealer terlebih dahulu.

8. Bersihkan kelopak mata dengan kapas dan pembersih mata (eye remover) setiap kali sebelum merias mata. Untuk kelopak bagian bawah, sapukan dari arah dalam keluar. Untuk kelopak mata bagian atas, bersihkan mulai dari atas terus ke bawah. Lanjutkan dengan mengoleskan pelembab mata agar elastisitas kulit di sekitar mata yang cenderung sensitif dan mudah keriput tetap terjaga.

Ali Musthafa Ya’qub

Hadist dalam pandangan beberapa ulama mempunyai arti tersendiri di mata mereka. Yang mana dalam menganalisa suatu hadist, di perlukan beberapa metode-metode yang pasti dan konkret, agar hadist yang di kaji mendapatkan tempat tersendiri. Dan dalam proses-proses pengkajian tersebut, haruslah mempunyai inti-inti dari kajian hadist itu sendiri.


Hadist pun tak lepas dari kritik-kritik dari berbagai penjuru, baik itu dari para ahli-ahli hadist atau para mufassirun. Adapun mengenai kritik-kritik yang di sampaikan kepada para ahli hadist di maksudkan agar kandungan hadist yang mempunyai tingkat keshahihan tersebut tetap terjaga baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.


Dalam sejarah pula pernah mengatakan terdapat ulama Islam yang bernama Abu Hanifah yang paling banyak di kritik semasa hidupnya oleh para pengkritik hadist. Dan pernyataan tersebut di nyatakan oleh Ibnu Hibban bahwasanya hadist tersebut tidak bisa di jadikan sebagai Hujjah1. Akan tetapi Ibnu Hibban ini mendapat kritik pula dengan ulama lain, dan mengatakn bahwa Ibnu Hibban ini terlalu berlebihan dalam mengkritik hadist. Bahkan pengkritik Ibnu Hibban ini pernah menuduhnya sebagai kafir zindiq dan hampir di hukum mati.
Adapun tokoh-tokoh pengkritik hadist lainnya ialah Ali musthafa Ya’qub. Yang mana Ali ini merupkan salah satu dari pengkritik hadist-hadist yang pernah ia pelajari. Ali mustafa ini merupakan salah satu pemikir hadist Indonesia modern. Dan Ali ini pula selain mengkritik hadist-hadist, beliau pula mengkritik para kritikus-kritikus hadist.


Biografi Ali Mustafa Ya’qub:


Ali Mustafa di lahirkan di Kemiri, Batang, Jawa tengah, dari sebuah keluarga yang taat dalam agama. Dan Ali Musthafa sendiri telah lama berkecimpung di dunia hadist, di mulai sejak ketertarikannya terhadap dunia tafsir & hadist pada tahun 1969, kemudian beliau pula pernah “nyantri” di pondok pesantren Tebu Ireng, Jombang. Setelah memperbaharui dunia Tafsirnya, Ali musthafa pun melanjutkan studinya di Universitas Ibnu Saud untuk beberapa tahun2.
Setelah kepulangan dari studinya itu, maka Ali mustafa pun mulai aktif untuk mengajar di berbagai perguruan-perguruan tinggi di Indonesia, seperti UIN(Syarif Hidayatullah), Istitut Agama-Agama, dll. Dan selain mengajar di Perguruan Tinggi, Ali musthafa pun mulai menyuarakan syi’ar-syi’ar Islam sebagaimana yang banyak terdapat dalam media-media elektronik maupun media cetak.
Ali mustafa ya’qub merupakan salah satu peneliti sekaligus ahli dalam bidang hadist, yang mana tujuan beliau selain mengkaji bidang keilmuan hadist, beliau pula ingin meluruskan pendapat-pendapat para ulama yang seringkali kurang tepat dalam penafsiran hadist-hadist. Sehingga seringkali terdapat kesalah fahaman mengenai pemaknaan hadist.


Urgensi pemikiran Ali Musthafa Ya’qub


Ali Mustafa ya’qub pula mempunyai peranan penting dalam perkembangan hadist. Salah satunya beliau mengkritik beberapa hadist-hadist yang dianggapnya perlu untuk di kaji lebih dalam. Mengenai sistematika pengkritikan hadist, Ali mustafa mempunyai beberapa macam dalam kritik hadis. Salah satunya ialah:
Metode Kritik Hadist
Di sini, Ali Mustafa merumuskan beberapa pendekatan-pendekatan dalam kritik hadist, yaitu pendekatan dalam bidang matan hadist. Yang pertama: sanad yang bersambung dari periwayat terakhir dalam proses pembukuan sampai pada nabi Muhammad. Kedua: para periwayat mempunyai sifat ‘adil dan dhabit3.
Akan tetapi para ulama-ulama klasik pernah mengatakan bahwasanya ke-dhabitan seseorang itu adakalanya lemah, maksud disini para periwayat hadist pun pernah lupa atau pernah lemah dalam meriwayatkan suatu hadist. Maka dari itu Ali mustafa mempunyai suatu metode untuk menyelidiki suatu kedhabitan itu. Diantaranya:


1.Membandingkan hadist-hadist yang pernah diriwayatkan oleh para sahabat-sahabat nabi antara satu dengan yang lainnya.
2.Membandingkan hadist yang pernah di riwayatkan oleh seorang periwayat pada masa yang berlainan.
3.Membandingkan hadist-hadist yang perna di riwayatkan melalui para periwayat. Yang mana ini berasal dari 1 guru.
4.Membandingkan hadist-hadist yang pernah di ajarkan oleh 1 orang dengan hadist yang semisal dan pernah di ajarkan oleh guru lain.
5.Membandingkan hadist dengan ayat-ayat Al-qur’an4.
Metode Kritik Sanad atau Matan Hadist
Pada kali ini Ali Mustafa melakukan kajian hadist dengan menggunakan kritik sanad. Jika sanad hadist itu gugur, maka akan menimbulkan dampak pula terhadap matannya. Seperti contoh di bawah ini:
Mencari Ilmu ke negri Cina.
Redaksi hadistnya: الطلب العلم ولو با الصين فاء طلب العلم فريضة عل كل مسلم menurut Ali Mustafa, hadist ini tidak benar atau palsu, karena ini bukan hadist melainkan kata-kata mutiara. Alasannya ini ialah sanad hadist ini terdapat pemalsu hadist serta periwayat kontroversional. Dan hadist ini pada dasarnya mempunyai 3 jalur lain, namun kedudukannya tidak dapat berubah karena 3 sanad yang tadi itu lemah. Sementara kalimat:فان طلب العلم فريضة على كل مسلم hadist shahih yang diriwayatkan oleh Imam At-tabrani,Al-khatib al-bagdadi. Dan menurut pandangan Ali Mustafa bahwasanya hadist ini shahih sedang kalimat sebelumnya di namakan Dhaif.
Selain dari segi sanad hadist, maka Ali mustafa pula mempunyai kritik lain seputar matan hadist. Seperti contoh:
Ziarah 3 masjid.
Ali mustafa mengkritik dari berbagai ulama yang menggunakan hadist:من حخ البيت ولم يزرني فقد جفا ني dan من حخ فزار قبري كان كمن زار في حيا تي dan menurut Ali Mustafa bahwa hadist ini palsu. Di katakana demikian karena mengandaikan ziarah kemakam nabi wajib seperti wajibnya haji. Oleh karena itu berkaitan secara umum.
Akan tetapi menurut ali Mustafa ya’qub mengatakan yang benar berdasarkan hadist shahih dalam kitab sahih bukhori. Yaitu: لا تشد الرجال الأالي ثلاثة مساجد مسجد الحرام ومسجد هاذ ومسجد الأقص Jadi menurut Ali Mustafa ya’qub bahwasanya haji yang benar seperti ini, bukan seperti hal yang di atas.
Pengaruh Pemikiran Ali mustafa Ya’qub
Pemikiran Ali mustafa Ya’qub pun telah banyak di sumbangkan terutama dalam penelitian hadist, yang mana dalam penelitian hadist yang di lakukan oleh Ali sendiri, telah banyak menghasilkan ide-ide baru atau perkembangan-perkembangan hadist yang telah di kaji oleh Ali sendiri. Dan perlu di ketahui pula bahwasanya Ali sendiri mempunyai pemikiran yang di ikuti oleh mustafa al-azami, yang mana dalam pemikiran Ali ini, Al-azami banyak mengikuti corak pemikiran dan ideologi Ali mustafa. Begitu pula sebaliknya, jadi antara dua pemikir ini, kadang-kadang mempunyai pandangan yang berbeda dan selektif dalam melihat sebuah hadist. Baik itu yang telah di kaji dalam segi hadist itu sendiri, maupun yang di kaji dalam matannya.
Selain itu pula, Ali mustafa pun selektif dalam mengkaji pengkritik dari orientalis. Dan Ali pun banyak menemukan kekeliruan yang di kaji oleh para orientalis terkait pemahaman mereka dengan Islam maupun hadis. Kekeliruan tersebut dapat di lihat bagaimana mereka(Para Orientalis) mengkaji Islam secara tidak menyeluruh atau “stengah-stengah”, lalu mereka membuat suatu testimoni tentang hasil dari penyelidikan mereka itu.
Dengan demikian, maka Ali pun mempunyai alasan tersendiri untuk membantah atau meluruskan terhadap apa yang selama ini di tafsirkan oleh para orientalis. Yang mana jika orientalis mengkaji Islam dengan metode mereka sendiri tanpa mempertimbangkan alasan-alasan lainnya, maka Ali pun langsung meluruskan hal ini dengan mengambil metode historis dari setiap permasalahan. Yang mana jika di tanya mengenai segi historis, maka orientalis cendrung kurang memahaminya di karenakan mereka lebih terfokus pada inti dari permasalahan.
Kesimpulan
Ali mustafa merupakan salah satu ulama yang mengkritik hasil pemikiran-pemikiran yang di lakukan oleh para ulama-ulama atau tokoh-tokoh sebelumnya. Dengan berbagai metode pula Ali Mustafa mengkaji hadist dari berbagai sisi, baik itu yang berupa matan hadist, maupun yang berupa materi hadist itu sendiri. Dan dengan berbagai argumen-argumennya, Ali Mustafa menyanggah berbagai hasil pemikiran tokoh sebelumnya serta memperbaiknya dengan berbagai metode yang ia miliki.
Hubungan pemikiran antara Ali Mustafa dengan Al-azimi sangat berdekatan, sehingga hampir semua ideologi-ideologi atau cara berfikir antara dua orang ini hampir mirip. Hal ini bisa terlihat pada sistem sanad, studi literatur, penulisan hadist, dan pembukuannya. Serta dalam segi kutipan pendapat, maka akan nampak adanya kesamaan antara Ali mustafa dengan Mustafa al-azimi.
Dengan demikian, maka studi pemikiran terhadap sebuah hadist perlu di tingkatkan dan di dalami. Hal ini nampak bila di dalam negri pun telah muncul berbagai pemikir-pemikir hadist & para mufassirnya, maka kajian hadist pun akan lebih berkembang sesuai dengan keilmuan hadist di abad modern saat ini. Dan studi perbandingan hukum sebuah hadist akan lebih mudah untuk di fahami & di mengerti sesuai dengan literatur Islam.


Daftar Pustaka


-Ya’qub, Ali Mustafa,Kritik hadist,Jakarta;Pustaka Firdaus,1995